Tampilkan postingan dengan label PBB. Tampilkan semua postingan

PENAMPILAN tarian Nusantara, kolaborasi antara Cakalele (Maluku), tarian Sisingaan (Jawa Tengah) dan Jaran Monel (Malang) yang dibawakan oleh personel Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-F/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Indonesian Battalyon (Indobatt) memukau ratusan penonton yang hadir pada acara pembukaan festival budaya masyarakat di daerah Tulin, Lebanon Selatan, Selasa (21/8/2012).



Kolaborasi kesenian tarian Nusantara ini disaksikan masyarakat sipil setempat, serta para pejabat tinggi militer Lebanon dan UNIFIL, antara lain Brigadir Jenderal Georges Shreim (South Litani Sector Commander), Mayor Jenderal Paolo Serra (Force Commander UNIFIL), Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigadir Jenderal Manuel Romero Carril dan Komandan Sektor Barat UNIFIL. Mereka membaur berdiri bersama penonton lain hingga acara selesai.

Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL, Lettu Inf Suwandi dalam siaran pers Puspen TNI yang diterima Jurnal Nasional menyebutkan, selain menampilkan tarian, Satgas Indobatt juga menggelar stand dan pemutaran film kebudayaan Indonesia. Saat melaksanakan peninjauan di stand Kontingen Indonesia Force Commander UNIFIL didampingi Wadansatgas Indobatt Letkol Mar. FJH Pardosi mewakili Dansatgas menyempatkan diri untuk melihat secara dekat peran serta Kontingen Indonesia dalam partisipasinya mengisi kegiatan tersebut.

Acara yang diberi nama Lebanese Traditional Popular Festival ini merupakan pesta rakyat yang diselenggarakan setiap tahun pada musim panas oleh pemerintah setempat. Pelaksanaannya bekerjasama dengan UNIFIL, dalam hal ini Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL (Indobatt) dan Kontingen Spanyol. Selain tarian dan kesenian tradisional Lebanon, juga digelar bazaar rakyat yang menampilkan hasil kerajinan rakyat serta gelar makanan tradisional Lebanon.

Usai performance budaya Indonesia sebagai bentuk penghargaan kepada Kontingen Garuda atas partisipasinya dalam acara ini, Walikota Tulin Mr. Husain Awala menyampaikan ucapan terimakasih dan memberikan plakat penghargaan, yang diterima oleh Wakil Komandan Satgas Indobatt Letkol Mar. FJH Pardosi, mewakili Dansatgas.

Force Commander UNIFIL menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa kagumnya atas penampilan dan ketrampilan para prajurit Kontingen Garuda serta peran aktifnya dalam kegiatan Lebanese Traditional Popular Festival ini, hal tersebut disampaikannya kepada Wadansatgas Indobatt sesaat sebelum meninggalkan tempat acara.




Sumber : Jurnas

Pasukan penjaga perdamaian Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di Kongo, Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO, tahun ini direncanakan diperkuat dengan Satgas Helikopter. Sebelumnya, Satgas Helikopter untuk misi PBB di Kongo, Afrika diemban oleh pasukan dari India.



    Perwira Penerangan Konga XX-I/Monusco Lettu Cku Sulikan dalam siaran pers, Sabtu (11/8) mengatakan, terkait rencana penempatan Satgas Helly di Konga XX-I/MONUSCO tersebut, tim Recce Satgas Helly dari TNI telah melakukan pengecekan ke lokasi pada Jumat (10/8). Satgas Helly itu rencananya akan bergabung dengan Konga XX-I/MONUSCO atau juga dikenal Indonesian Engineering Company yang terlebih dahulu telah melaksanakan tugas di Kongo. Secara keseluruhan, Indonesia telah melaksanakan tugas di Kongo sembilan tahun dengan masa pergantian per tahun.

    Setelah menerima paparan singkat dari Komandan Satgas Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho tentang situasi keamanan, kegiatan satgas, pekerjaan yang telah, akan dan sedang dikerjakan, Tim Recce Satgas Helly TNI melaksanakan diskusi dengan staf Air Ops Monusco yang berada di wilayah Dungu.

    "Dilanjutkan meninjau lokasi penempatan Satgas Helly, mengelilingi Hellypad, dan Airport Dungu sepanjang 2,5 kilometer," ujarnya.

    Rombongan juga sempat meninjau seluruh camp diantaranya, gudang senjata dan amunisi, gudang sparepart, dan rumah genset. Tak luput dari pantauan adalah gudang makanan basah dan kering, penyimpanan obat, serta alat-alat berat Zeni.

    Ketua tim Laksamana Pertama TNI Budihardja Raden mengatakan, jika tidak ada halangan dan disetujui oleh pimpinan, maka di akhir tahun ini Satgas Helly sudah bisa diberangkatkan untuk tugas ke Kongo, menggantikan satgas sebelumnya. "Akan menggantikan negara India yang ditarik pulang ke negaranya," ujarnya.

    Budihardja yang menjabat sebagai perwakilan tetap Republik Indonesia di Dewan Keamanan PBB di New York itu berpesan agar alat-alat yang sudah cukup tua tidak menjadi hambatan bagi prajurit menunaikan tugasnya. Sebaliknya, itu tantangan yang harus mampu dihadapi dengan bekerja keras. (Feber S) 



Sumber : Suara Karya

Dalam rangka survei lokasi untuk penempatan Satgas Helly
Tim Recce Satgas Helly TNI yang berjumlah tujuh orang tiba di Republik Demokratik Kongo untuk mengemban misi Persatuan Bangsa-bangsa, Sabtu (11/8)

Tujuh Prajurit Tim Satgas Helly TNI Dikirim ke Misi PBB
Tujuh Prajurit Tim Satgas Helly TNI - Kongo


Tim  tersebut diterima oleh Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO (Mission de  I'Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en  Republique Democratique du Congo) atau Indonesian Engineering Company (Indo Eng Coy).

Tim yang berjumlah 7 (tujuh) orang tersebut disambut oleh Komandan Satgas Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho, Wadan Satgas Mayor Czi Ary Syahrial beserta seluruh Perwira Staf di Bumi Nusantara Camp Dungu Kongo

Kedatangan Tim Recce Satgas Helly TNI ke Kongo dalam rangka survei lokasi untuk penempatan Satgas  Helly, yang rencananya akan melaksanakan tugas di misi MONUSCO untuk bergabung dengan Kontingen Garuda Indonesia Engineering Company yang  terlebih dahulu telah melaksanakan tugas di Kongo.




Mulai dari Garuda XX-A tahun 2003 sampai saat ini Garuda XX-I MONUSCO tahun 2012, yang telah melaksanakan tugas selama 9 tahun secara bergiliran setiap  satu tahun sekali untuk melaksanakan misi PBB di Afrika.

Tim Recce Satgas Helly TNI di ketuai oleh Laksamana Pertama TNI Budihardja Raden (Perwakilan Tetap Republik Indonesia di Dewan Keamanan PBB, New  York), didampingi Kolonel Pnb Hadi Tjahjanto (Paban 1 Renops Sops TNI), Kolonel Inf Suryo (Dirbinrenops PMPP TNI), Mayor Cpn Puput Wikarna  (Penerbad), Kolonel Cpm Victor (Athan RI untuk Afrika Selatan), Letkol  Chaturdevi (Air Operation Western Monusco dari Angkatan Udara India), dan Gautam Mukhophadya (Head of Engineering Section) dari India.


        
Setelah menerima paparan singkat dari Komandan Satgas tentang situasi keamanan, kegiatan satgas, pekerjaan yang telah, akan dan sedang dikerjakan, Tim Recce Satgas Helly TNI melaksanakan diskusi dengan staf Air Ops Monusco yang berada di wilayah Dungu dilanjutkan meninjau lokasi penempatan Satgas Helly, mengelilingi Hellypad, dan Airport Dungu sepanjang 2,5 km, dilanjutkan meninjau seluruh Camp diantaranya rumah Genset, gudang  senjata dan amunisi, gudang sparepart, gudang makanan basah dan kering, penyimpanan obat, serta melihat secara langsung alat-alat berat Zeni.
         
Dalam pengarahannya kepada personel Konga XX-I, Laksamana Pertama TNI Budihardja Raden menyampaikan terimakasih atas segala perjuangan dan kerja keras prajurit garuda, rela jauh dari keluarga demi mengemban amanah negara dan panji Merah Putih.

“Perjalanan masih panjang, tetap semangat, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan delapan Wajib TNI serta tetap jaga hubungan komunikasi dengan keluarga yang berada di Indonesia," ujarnya.



Budiharja juga meningatkan para prajurit tentang alat-alat yang sudah cukup tua yang bisa menjadi hambatan.

Menurutnya kendala tersebut harus dijadikan tantangan yang harus mampu dihadapi dengan bekerja keras, karena Indonesian Engineering Company mendapatkan tempat yang tinggi di PBB bukan hanya di dalam MONUSCO, sekaligus menjadi contoh dari seluruh Kontingen Kompi Zeni yang berada di bawah MONUSCO
         
Laksamana Pertama TNI Budihardja Raden juga menyampaikan bahwa, kalau tidak ada halangan dan di setujui oleh pimpinan, di akhir tahun ini Satgas Helly sudah bisa diberangkatkan  tugas ke Kongo dan akan menggantikan negara India yang di tarik pulang ke negaranya, yang sebelumnya melaksanakan tugas di misi Monusco Kongo Afrika.


Sumber : Berita Satu 
Sumber poto merdeka.com
,

Komandan Satgas Indo FPC (Force Protection Company) XXVI D-2/UNIFIL, Mayor Inf Wimoko, didampingi seluruh staf Satgas menerima kedatangan Tim COE (Contingent Owned Equipment) dalam rangka Periodic Inspection yang dipimpin Mr Henry di Markas Indo FPC Sudirman Camp Naqoura Lebanon Selatan, Selasa (31/7/2012).

Panser Anoa UNIFIL
DOKUMEN Indo FPC XXVI D-2/UNIFIL Tim COE (Contingent Owned Equipment) mengadakan inspeksi dalam rangka Periodic Inspection yang dipimpin Mr Henry di Markas Indo FPC Sudirman Camp Naqoura Lebanon Selatan

Inspeksi berlangsung sejak pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 15.00, oleh tim yang beranggotakan sepuluh orang Staf UNIFIL baik militer maupun sipil yang bertugas melaksanakan pemeriksaan kesiapan material dan perlengkapan yang dimiliki Satgas Indo FPC.



Menurut Mr Henry, sasaran pemeriksaan ini meliputi Major Equipment dan Self-Sustaiment yang bertujuan mengetahui kesiapan operasional Satgas yang tergabung dalam misi UNIFIL, khususnya Satgas Indo FPC yang berada di Lebanon Selatan, dan juga untuk memastikan perlengkapan yang dimiliki harus sesuai dengan MOU yang telah dibuat antara UNIFIL dan pemerintah Indonesia.


Pemeriksaan ini dikenal dengan nama Periodic Inspection, yang dilakukan setiap tiga bulan sekali. Pemeriksaan kali ini merupakan yang kedua kali dilaksanakan bagi Satgas Indo FPC XXVI D-2/UNIFIL selama menjalankan misi pedamaian di Lebanon Selatan.


Dalam kegiatan tersebut, Perwira Seksi Logistik Indo FPC XXVI D-2, Kapten Kav I Nyoman Artawan, yang bertanggung jawab terhadap kesiapan material Satgas mengatakan, pemeriksaan rutin setiap tiga bulan terhadap kondisi material Satgas dimaksudkan untuk mengetahui sedini mungkin kondisi materiil dan alat perlengkapan yang dimiliki Satgas. Dengan demikian, semuanya selalu dalam keadaan siap operasi dan sesuai dengan MOU yang telah dibuat.

Kendaraan tempur "Anoa", merupakan kendaraan tempur produksi PT PINDAD–Indonesia yang baru datang dari Indonesia, mendapat kesempatan pertama inspeksi dari tim COE UNIFIL. Inspeksi ini meliputi sistem komunikasi, persenjataan, alpal pendukungnya hingga kemampuan laju ranpur. Dari hasil inspeksi ranpur, Anoa dinyatakan memenuhi standar yang telah ditentukan UNIFIL. Keberadaan APC Anoa di UNIFIL menggantikan ranpur sejenisnya yaitu APC VAB NG buatan Perancis.


Dari hasil pemeriksaan tersebut, Tim COE menyimpulkan bahwa secara keseluruhan Satgas Indo FPC XXVI D-2/UNIFIL memenuhi standar kesiapan material COE yang ditentukan oleh PBB. Namun demikian, kesiapan ini harus selalu dipelihara dalam kondisi apapun, baik saat inspeksi maupun tidak. Demikian pesan Komandan Satgas Indo FPC kepada seluruh personel yang terlibat dalam inspeksi Tim COE UNIFIL kali ini.


Sumber : Kompas

MARI themes

Diberdayakan oleh Blogger.